Thursday, April 23, 2015

Mengenali Sindrom Pramentruasi

Mengenali Sindrom Pramentruasi
Diperkirakan oleh para ahli bahwa lebih dari separuh penduduk bergender wanita berusia 30 hingga 40 tahun di dunia mengalami sindrom pramentruasi. Keutuhan pola hidup manusia berdasarkan keseimbangan tersebut akan membuka rahasia tubuh yang mampu menghadapi lingkungan sekitar. Optimalisasi keterpaduan jaringan tubuh akan lebih mudah tercapai dengan pola makan yang selaras. Merawat tubuh melalui makanan adalah langkah utama untuk membalik proses penuaan dan mencegah terjadinya proses degenerasi. Setelah oksigen, makanan adalah hal yang paling penting, paling berharga, dan alami di dunia ini. Walaupun ini sangat penting tetapi banyak orang yang bingung dan tidak tahu mengenai nutrisi yang tepat bagi mereka terutama ketika tubuh mereka mengalami ganguan.

Mengenali Sindrom Pramentruasi
Mengenali Sindrom Pramentruasi

Mengenali Sindrom Pramentruasi
Mengenali Sindrom Pramentruasi

Mengenali Sindrom Pramentruasi
Mengenali Sindrom Pramentruasi


Keluhan sindrom pramentruasi
Uniknya para kaum wanita tidak ada yang menyadari sindrom pramentruasi meskipun gejalanya kerapkali cukup mengganggu seperti kerajinan makan atau gampang marah-marah. Gejala-gejala tersebut bahkan dapat diredam dengan hanya menggunakan makanan, jika gejalanya belum terlalu parah maka cukup hanya dengan mengatur pola makan. sindrom pramentruasi ditandai dengan sederet gejala psikologis yang sering diikuti dengan gejala fisiologis atau tanpa fisiologis. Gejala psikologis dalam sindrom ini adalah mudah tersinggung, gugup, gelisah, agresif, pemarah, sulit mengingat, tidak dapat berpikir jernih, mudah panic dan kebingungan, mudah stress atau depresi, dan kerajinan makan. Sedangkan gejala fisik adalah perut kembung, berat badan cenderung naik, pening, pembekakan dan pengerasan payudara, otot-otot terasa lemah, dan rasa sakit disekujur tubuh.
Secara lebih detail para ahli menggolongkan gejala-gejala sindrom pramentruasi ke dalam empat kelompok. Kelompok pertama, berupa ketegangan pramentruasi yaitu diantaranya adalah ketegangan saraf, perasaan sensitive sehingga mudah tersinggung atau bahkan sebaliknya perasaan mudah sekali tersentuh dan gampang menangis, Susana hati tidak nyaman, cemas, dan sulit berkonsentrasi. Kelompok kedua, biasanya munculnya gejala-gejala depresi (stress berat) seperti mudah lupa, sulit berkonsultasi, gangguan sulit tidur, kebingungan, dan penggugup. Kelompok ketiga adalah muncul keranjingan makan secara temporer dan biasanya terjadi terhadap makanan manis dan gurih. Bisa juga disertai sakit kepala, sakit punggung, pegal-pegal, jantung berdebar, bahkan cederung mudah pingsan. Kelompok keempat, biasnya terserang sindrom hiperhidrasi yang ditandai dnegan bertambahnya berat badan, pembekakan pada payudara disertai oleh rasa sakit, pembekakan pada kaki dan tangan, perut kembung yang kadang disertai mual dan sembelit, dan juga tuimbul jerawat.
Gejala sindrom pramenstruasi ini muncul secara beragam namun pada umumnya terjadi 1 atau 2 hari hingga 14 hari menjelang menstriuasi. Sebagian wanita mengalaminya sepanjang 12 hingga 14 hari sebelum mentruasi dan yang lainnya hanya selama 1 hingga 3 atau bahkan 4 hari sebelum menstruasi. Panjang atau pendeknya kemunculan serangan sindrom pramenstruasi sama sekali tidak menandakan berat ataupun ringannya gejala.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Mengenali Sindrom Pramentruasi

0 comments:

Post a Comment